SMPN 2 Wanayasa kembali menunjukkan eksistensinya dalam dunia pendidikan karakter dan lingkungan. Pada hari yang penuh semangat, sekolah ini menerima kunjungan visitasi dari tim penilai implementasi Tatanen di Bale Atikan (TdBA) Kabupaten Purwakarta.
Tim penilai yang hadir terdiri dari tokoh-tokoh pendidikan berpengalaman, yaitu Bapak H. Suparna, M.Pd., Ibu Wina Nurfitriani, M.Pd., dan Ibu Isti Diansyah, S.Pd. Kehadiran mereka dalam rangka melakukan penilaian terhadap sekolah-sekolah yang masuk dalam nominasi pelaksana TdBA terbaik di tingkat kabupaten.



Kunjungan ini bukan hanya sekadar penilaian administratif, namun juga observasi langsung terhadap implementasi program TdBA di lapangan. SMPN 2 Wanayasa menjadi salah satu sekolah model yang dipilih untuk divisitasi, karena dinilai telah melaksanakan program TdBA dengan sangat baik dan konsisten.
Dalam visitasi tersebut, tim penilai disambut hangat oleh kepala sekolah Drs. Asep Tata Sonjaya beserta jajaran guru dan siswa. Tim langsung diajak berkeliling untuk melihat kebun, area pengolahan hasil panen, serta berbagai produk olahan hasil program TdBA.
SMPN 2 Wanayasa berhasil menampilkan sejumlah produk olahan dari hasil kebun dan kegiatan kreatif siswa, seperti Wedang Jahe, keripik dari hasil pertanian, ecobrick, eco enzim, hingga ecoprint. Produk-produk ini bukan hanya menunjukkan keterampilan teknis, tetapi juga semangat kewirausahaan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Tim penilai mengungkapkan rasa bangga dan apresiasinya terhadap apa yang telah dicapai oleh SMPN 2 Wanayasa. Mereka melihat langsung bahwa TdBA bukan sekadar program, tetapi telah menjadi bagian dari budaya sekolah.



Bapak H. Suparna, M.Pd. memberikan catatan penting agar visi dan misi sekolah dapat terus diselaraskan dengan prinsip-prinsip sekolah model TdBA. Hal ini dianggap krusial demi menciptakan kesinambungan antara nilai pendidikan, lingkungan, dan pengembangan karakter siswa.
Sementara itu, Ibu Wina Nurfitriani, M.Pd. menyampaikan beberapa saran positif yang akan segera ditindaklanjuti oleh pihak sekolah. Salah satunya adalah pengayaan tanah di kebun TdBA dengan mulsa dari daun-daunan atau rumput sebagai bagian dari perawatan alami terhadap tanah.
Beliaua juga menambahkan pentingnya strategi panen yang dimaksimalkan dengan pendekatan kewirausahaan. Menurutnya, hal ini tidak hanya akan memberi nilai tambah ekonomi, tetapi juga memperkuat pendidikan karakter, seperti kerja keras, ketekunan, dan tanggung jawab siswa. selanjutnya beliau menilai bahwa keberhasilan sekolah bukan hanya terlihat dari produk yang dihasilkan, tetapi juga dari struktur kebijakan, kurikulum, dan lingkungan yang mendukung program TdBA secara utuh sehingga tercermin dalam kegiatan yang berbasis permakultur.
Dalam pandangan tim penilai, keberhasilan implementasi TdBA di SMPN 2 Wanayasa mencerminkan sinergi antara kepala sekolah, guru, siswa, dan seluruh warga sekolah yang bergerak dengan visi yang sama.
Kepala SMPN 2 Wanayasa, Drs. Asep Tata Sonjaya, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas visitasi ini. Menurutnya, menjadi nominasi sekolah pelaksana TdBA terbaik adalah buah dari kerja keras dan komitmen bersama seluruh elemen sekolah.
Ia juga menyampaikan bahwa SMPN 2 Wanayasa sebelumnya telah mendapat kepercayaan untuk berpartisipasi dalam berbagai acara festival TdBA. Hal ini menunjukkan bahwa semangat TdBA telah tertanam kuat dalam budaya sekolah.
Kebanggaan ini juga dirasakan oleh pengawas Bina SMPN 2 Wanayasa, Ibu Indah Rizki Aprianti, M.Pd. Ia menyatakan bahwa pencapaian ini adalah hasil dari pendampingan yang terus dilakukan, serta respon positif dari warga sekolah terhadap setiap masukan dan evaluasi yang diberikan.
Ibu Indah berharap agar sekolah tidak cepat puas, namun terus meningkatkan kualitas implementasi TdBA. Terlebih dengan masuknya SMPN 2 Wanayasa dalam jajaran nominasi terbaik, maka tantangan ke depan adalah menjaga konsistensi dan inovasi.
Tim penilai pun berpesan agar capaian ini bisa ditingkatkan ke level yang lebih tinggi, termasuk ke arah komersialisasi produk olahan yang tetap berlandaskan pada nilai edukatif dan manfaat lingkungan.
Kunjungan ini tidak hanya menjadi momentum evaluasi, tetapi juga inspirasi bagi SMPN 2 Wanayasa untuk terus berinovasi dalam mewujudkan pendidikan yang membumi dan berdampak nyata.
Dengan adanya dukungan dan arahan dari tim penilai, serta semangat kolaboratif warga sekolah, SMPN 2 Wanayasa siap melangkah lebih jauh dalam menjadi sekolah model TdBA yang membanggakan Kabupaten Purwakarta.



