SMPN 2 Wanayasa terus menorehkan prestasi melalui implementasi program Tatanen di Bale Atikan (TdBA) yang merupakan tindak lanjut dari Peraturan Bupati Purwakarta Nomor 103 Tahun 2021. Kegiatan ini bukan hanya sebatas program seremonial, melainkan telah menjadi bagian penting dari kehidupan sekolah sehari-hari.
Sejak resmi dibentuk kepanitiaan TdBA di SMPN 2 Wanayasa pada tahun 2022, perjalanan program ini mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Dengan komitmen yang kuat dari seluruh warga sekolah, program ini terus bergerak dinamis dan membawa perubahan positif.
Dalam tiga tahun pelaksanaannya, TdBA di SMPN 2 Wanayasa berhasil mengubah wajah lingkungan sekolah menjadi lebih hijau, produktif, dan edukatif. Lahan-lahan kosong dioptimalkan untuk bercocok tanam berbagai jenis tanaman produktif seperti jagung, kacang tanah, dan aneka tanaman hortikultura lainnya.


Yang membanggakan, kegiatan TdBA di SMPN 2 Wanayasa telah terintegrasi langsung dengan kegiatan pembelajaran. Siswa tidak hanya belajar teori di ruang kelas, melainkan juga langsung praktik di lapangan melalui mata pelajaran tertentu yang dikolaborasikan dengan program TdBA.
Tidak hanya diintegrasikan dalam pembelajaran, TdBA juga menjadi bagian dari kegiatan ekstrakurikuler sekolah. Siswa dapat memilih kegiatan ini sebagai wadah untuk mengembangkan minat dan bakatnya di bidang pertanian dan pengolahan hasil bumi.
Prestasi yang diraih pun tidak sedikit. SMPN 2 Wanayasa telah turut serta dalam berbagai pameran karya hasil olahan TdBA yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta. Karya-karya siswa berupa produk hasil pertanian dan olahan kreatif mendapat sambutan positif dari masyarakat luas.



Selain itu, hasil panen dari kegiatan TdBA tidak hanya dinikmati untuk kebutuhan sekolah, tetapi juga dibagikan kepada masyarakat sekitar. Ini menjadi wujud nyata semangat berbagi dan penguatan karakter sosial yang ditanamkan kepada siswa.
Tradisi panen raya juga menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan program ini. Setiap musim panen, baik itu jagung, kacang tanah, maupun tanaman lain, diselenggarakan panen raya yang penuh suka cita dan mempererat kebersamaan antarwarga sekolah.
Hasil panen yang diperoleh pun sangat membanggakan. Tidak hanya dari segi kuantitas, namun kualitas hasil pertanian yang sehat, alami, dan bebas dari bahan kimia berbahaya menjadi keunggulan tersendiri dari program TdBA di SMPN 2 Wanayasa.



Keberhasilan ini tentunya tidak lepas dari sinergi dan kolaborasi seluruh pihak. Guru, siswa, kepala sekolah, serta stakeholder terkait bahu membahu mewujudkan keberhasilan program ini dengan semangat gotong royong dan penuh dedikasi.
Kepala SMPN 2 Wanayasa, Drs. Asep Tata Sonjaya, memberikan apresiasi tinggi atas capaian luar biasa ini. Beliau menegaskan bahwa TdBA bukan sekadar program sementara, melainkan sudah menjadi bagian dari kehidupan sekolah yang harus dijaga dan dikembangkan terus-menerus.



Dalam berbagai kesempatan, Drs. Asep Tata Sonjaya menyampaikan pentingnya membangun kesadaran menjaga alam melalui program-program nyata seperti TdBA. Menurut beliau, melalui kegiatan ini, generasi muda diajarkan untuk mencintai dan melestarikan lingkungan hidup sejak dini.
Beliau juga mendorong agar kegiatan ini terus ditingkatkan dari segi kualitas dan inovasi. Tidak hanya bertani, namun juga mengembangkan kreativitas dalam pengolahan hasil panen, sehingga memiliki nilai tambah dan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Dari sisi pembelajaran, integrasi TdBA telah memberikan pengalaman belajar yang lebih holistik kepada siswa. Mereka tidak hanya memahami konsep secara teori, tetapi juga merasakan langsung proses menanam, merawat, hingga memanen hasil kerja keras mereka.
Kegiatan TdBA juga melatih berbagai soft skill penting seperti kerja sama, tanggung jawab, ketekunan, dan kepedulian sosial. Ini sejalan dengan tujuan pendidikan karakter yang selama ini menjadi salah satu pilar utama pendidikan di Kabupaten Purwakarta.


Ke depan, SMPN 2 Wanayasa berkomitmen untuk terus memperluas cakupan dan dampak dari program TdBA. Tidak hanya di dalam sekolah, namun juga menginspirasi komunitas di sekitar untuk menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan semangat yang terus menyala, SMPN 2 Wanayasa membuktikan bahwa program Tatanen di Bale Atikan bukan hanya tentang bertani di sekolah, melainkan tentang membangun generasi muda yang cinta alam, mandiri, dan berdaya untuk masa depan yang lebih baik.


