SMPN 2 Wanayasa kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui kegiatan pendampingan penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) bersama pengawas bina dari Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Ibu Indah Rizki Afriyanti, M.Pd. Kegiatan yang dilaksanakan secara kolaboratif ini melibatkan tim kurikulum sekolah yang telah dipersiapkan dengan serius.
Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap langkah dalam penyusunan KSP selaras dengan kebijakan nasional serta kebijakan yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta. Sebagai dokumen fundamental, KSP menjadi landasan dalam menyelenggarakan pembelajaran yang terstruktur, relevan, dan kontekstual.
Pengawas bina hadir tidak hanya sebagai pembina, tetapi juga sebagai mitra strategis yang memberikan arahan teknis dan konseptual dalam penyusunan KSP. Beliau menekankan pentingnya merancang kurikulum yang berpihak pada peserta didik, memperhatikan deep learning (pembelajaran mendalam), serta mendorong terwujudnya pembelajaran bermakna yang mampu membentuk karakter dan kompetensi secara berimbang.
Dalam penyusunan KSP, pengawas juga menekankan integrasi program-program nasional seperti 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang bertujuan menanamkan karakter kepemimpinan pribadi dan sosial pada siswa, serta 8 Dimensi Profil Lulusan, yang meliputi karakter religius, integritas, gotong royong, kemandirian, bernalar kritis, kreatif, kebangsaan, dan kebhinekaan global. Semua dimensi ini dirancang agar menjadi napas dari proses pembelajaran yang berlangsung di sekolah.
Suasana diskusi berjalan dinamis. Tim kurikulum SMPN 2 Wanayasa aktif berdialog, mengevaluasi, dan merefleksikan isi dokumen KSP. Setiap bagian dari kurikulum – mulai dari visi-misi sekolah, tujuan pembelajaran jangka panjang, hingga program tahunan disusun dengan cermat dan kontekstual, sejalan dengan karakteristik peserta didik dan lingkungan sekolah.
Selain mendampingi penyusunan KSP, pengawas bina juga melakukan monitoring terhadap pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB). Monitoring ini mencakup evaluasi menyeluruh dari tahap perencanaan, sosialisasi, pendaftaran, verifikasi data, hingga kesiapan panitia menghadapi tahapan lanjutan. Semua ini dilakukan untuk menjamin bahwa proses SPMB berjalan jujur, adil, dan transparan.
Dalam arahannya, pengawas bina menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh panitia SPMB. Beliau juga memberikan beberapa catatan penting, seperti pentingnya menjaga integritas dalam proses seleksi, memastikan akurasi data calon peserta didik, serta memberikan layanan informasi yang responsif kepada masyarakat.
Kegiatan ini disambut hangat oleh Kepala SMPN 2 Wanayasa, Drs. Asep Tata Sonjaya. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran pengawas bina yang telah membimbing dan memberikan masukan berarti bagi sekolah. Menurutnya, kolaborasi seperti ini menjadi fondasi kuat dalam membangun sistem pendidikan yang bermutu.
Beliau juga memberikan apresiasi kepada tim kurikulum yang telah bekerja keras menyusun dokumen KSP secara profesional dan penuh semangat. Menurutnya, keterbukaan terhadap bimbingan dan semangat belajar menjadi kunci dalam menciptakan dokumen kurikulum yang relevan dan berdampak.
Refleksi singkat di akhir kegiatan memperlihatkan betapa pendampingan ini memberikan pencerahan yang mendalam bagi para pendidik. Mereka merasa lebih percaya diri dalam menerapkan kurikulum yang tidak hanya administratif, tetapi juga mampu menjadi alat transformasi pembelajaran berbasis karakter, literasi, dan numerasi.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendampingan dan pengawasan bukanlah sekadar prosedur administratif, melainkan bagian dari ekosistem pembelajaran yang hidup. Melalui sinergi yang kuat antara sekolah dan pengawas, diharapkan proses pendidikan di SMPN 2 Wanayasa akan semakin bermutu dan berdampak pada tumbuh kembang peserta didik secara optimal.
SMPN 2 Wanayasa menegaskan komitmennya untuk terus bergerak maju, mengimplementasikan kurikulum yang selaras dengan kebutuhan zaman, serta menjadikan setiap kegiatan sebagai bagian dari perjalanan menuju pendidikan yang lebih adaptif, inklusif, dan bermakna.
