Spenda Juara
Dari Tetes Air Lahir Janji Kemanusiaan

Pelantikan anggota baru Palang Merah Remaja (PMR) Madya SMPN 2 Wanayasa dilaksanakan pada hari Sabtu, 24 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting sekaligus puncak dari rangkaian pembinaan dan latihan yang telah dijalani para calon anggota PMR selama beberapa bulan terakhir dengan penuh komitmen dan semangat pengabdian.

Pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah penanda perjalanan panjang yang dilalui para siswa dalam menempa kedisiplinan, kepedulian, serta keterampilan dasar di bidang kesehatan dan kemanusiaan. Setiap tahapan yang dilalui menjadi bagian dari proses pendewasaan sikap dan tanggung jawab sebagai relawan muda.

Prosesi pelantikan ditandai secara simbolik dengan menuangkan air kepada anggota baru PMR Madya. Ritual sederhana namun sarat makna ini memiliki falsafah mendalam, yakni sebagai lambang penyucian niat, keteguhan tekad, serta kesiapan anggota baru untuk mengabdikan diri dalam semangat kemanusiaan dan kesehatan.

Air yang dituangkan menjadi simbol kehidupan, ketenangan, dan kesegaran jiwa, sejalan dengan nilai-nilai PMR yang mengajarkan kepekaan terhadap sesama, kepedulian terhadap lingkungan, serta kesiapsiagaan dalam situasi darurat. Momentum ini disambut dengan penuh khidmat oleh seluruh peserta.

Kegiatan pelantikan ini dibimbing langsung oleh Ibu Astri Novidawati, S.Pd., Gr., selaku pembina PMR SMPN 2 Wanayasa. Beliau dikenal sebagai sosok pendidik yang memiliki dedikasi tinggi dan konsistensi dalam membina PMR, tidak hanya dari sisi keterampilan teknis, tetapi juga dalam pembentukan karakter siswa.

Di bawah arahan beliau, PMR SMPN 2 Wanayasa tumbuh sebagai wadah pembelajaran nilai-nilai kemanusiaan yang kuat. Setiap kegiatan dirancang bukan hanya untuk melatih kemampuan, tetapi juga menanamkan empati, keikhlasan, dan tanggung jawab sosial.

Selain pembina, sosok pelatih PMR yang akrab disapa Om Ded turut menjadi figur sentral dalam perjalanan organisasi PMR di SMPN 2 Wanayasa. Kehadirannya memberikan warna tersendiri dalam setiap proses latihan dan pembinaan yang dilaksanakan.

Dari tangan Om Ded, lahir siswa-siswa yang terampil dalam upaya pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) di lingkungan sekolah. Dengan pendekatan yang hangat, tegas, dan penuh motivasi, para anggota PMR dibimbing agar siap bertindak cepat dan tepat dalam berbagai kondisi.

Pelantikan ini menjadi bukti nyata bahwa proses panjang yang dilalui para anggota baru bukanlah perjuangan yang sia-sia. Setiap latihan, materi, dan simulasi yang dijalani kini bermuara pada pengakuan resmi sebagai anggota PMR Madya.

Lebih dari sekadar status keanggotaan, pelantikan ini menegaskan tanggung jawab moral untuk selalu hadir sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan dan keselamatan di lingkungan sekolah. PMR menjadi ruang belajar yang menumbuhkan kepedulian nyata, bukan hanya wacana.

Antusiasme dan kebanggaan terpancar dari wajah para anggota baru yang kini resmi menyandang atribut PMR. Mereka siap melangkah sebagai relawan muda yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, disiplin, dan kerja sama.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan PMR Madya SMPN 2 Wanayasa semakin kokoh sebagai organisasi yang menumbuhkan semangat perjuangan di bidang kesehatan, serta menjadi teladan kepedulian bagi seluruh warga sekolah dan lingkungan sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *