Pelantikan anggota Pramuka di SMPN 2 Wanayasa kembali digelar dengan penuh khidmat, menyatu dengan suasana alam yang turut menyertai. Gerimis hujan yang turun perlahan seolah menjadi saksi lahirnya tunas-tunas baru Pramuka yang siap ditempa menjadi pribadi tangguh, berkarakter, dan bertanggung jawab.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses pembinaan kepramukaan, sekaligus momentum penguatan nilai disiplin, kerja sama, dan ketangguhan mental bagi para peserta didik. Meski cuaca ditemani rintik hujan, semangat para siswa justru tampak semakin menyala.


Pada pelantikan kali ini, peserta Pramuka Penggalang terbagi ke dalam dua golongan, yakni Penggalang Ramu dan Penggalang Rakit. Masing-masing menjalani rangkaian kegiatan yang disesuaikan dengan tingkatannya, namun tetap berorientasi pada pembentukan karakter dan keterampilan dasar kepramukaan.
Penggalang Ramu dibekali sejumlah materi dasar yang menjadi fondasi awal kepramukaan. Di antaranya adalah pelajaran baris-berbaris dasar yang melatih kedisiplinan dan kekompakan, pengenalan sandi morse sebagai sarana komunikasi Pramuka, serta pengenalan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) sebagai bekal kepedulian terhadap sesama.
Sementara itu, Penggalang Rakit menjalani kegiatan dengan tingkat tantangan yang lebih lanjut. Selain pelajaran baris-berbaris dan pengenalan P3K, mereka juga mendapatkan materi navigasi yang melatih kemampuan membaca arah dan memahami lingkungan, sebuah keterampilan penting dalam kehidupan kepramukaan.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung di bawah gerimis hujan yang terus turun sejak awal hingga akhir acara. Namun, hujan tidak menyurutkan langkah para peserta, justru menambah makna bahwa menjadi Pramuka adalah tentang kesiapan menghadapi kondisi apa pun dengan penuh tanggung jawab.
Kegiatan ini dilaksanakan dan diikuti dengan penuh kekhidmatan. Setiap instruksi dijalankan dengan sungguh-sungguh, setiap materi diterima dengan kesadaran, dan setiap proses dijalani dengan pemaknaan yang mendalam oleh para siswa.
Bimbingan langsung diberikan oleh Kak Mulyono dan Kak Atin yang dengan penuh kesabaran mendampingi setiap tahapan kegiatan. Keduanya memastikan bahwa setiap peserta tidak hanya memahami materi secara teknis, tetapi juga menangkap nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Antusiasme siswa terlihat begitu jelas. Wajah-wajah yang basah oleh rintik hujan tidak menyembunyikan semangat belajar dan keinginan untuk terus mencoba. Mereka mengikuti setiap kegiatan dengan penuh perhatian dan rasa ingin tahu yang tinggi.
Suasana semakin hidup ketika Kak Dedi turut memberikan pelatihan langsung. Dengan pendekatan yang dekat, hangat, dan penuh motivasi, Kak Dedi mampu membangun kedekatan emosional dengan para siswa, sehingga kegiatan terasa lebih menyenangkan dan bermakna.
Setiap arahan yang diberikan tidak hanya bersifat instruktif, tetapi juga mengandung dorongan moral agar siswa percaya pada kemampuan diri dan berani menghadapi tantangan. Hal inilah yang membuat suasana pelantikan terasa lebih hidup dan membekas.
Pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan proses pembelajaran nyata tentang arti kebersamaan, ketangguhan, dan komitmen. Di bawah langit yang gerimis, para siswa belajar bahwa Pramuka adalah tentang sikap, bukan sekadar seragam.
Melalui kegiatan ini, SMPN 2 Wanayasa berharap nilai-nilai kepramukaan dapat terus tumbuh dan bersemi dalam diri setiap anggota Pramuka, menjadi bekal berharga dalam kehidupan sekolah maupun di tengah masyarakat.
Gerimis boleh berlalu, namun semangat dan janji setia Pramuka yang tertanam pada hari itu akan terus hidup, mengiringi langkah para penggalang dalam menggapai masa depan dengan jiwa yang kuat dan berkarakter.
