Selasa, 2 Desember 2025, Kepala SMPN 2 Wanayasa melaksanakan silaturahmi ke SMP BP Al Muthohhar, Kec. Plered, Purwakarta yang dipimpin oleh Bapak Yodi Ahmad Sirojudin, S.Ag. Kunjungan ini bukan sekadar agenda biasa, melainkan bagian dari rangkaian perjalanan beliau menjelang masa purna bakti. Di penghujung pengabdian, beliau ingin memastikan bahwa setiap langkah yang diambil masih membawa keberkahan dan kebermanfaatan bagi sesama.
Dalam ajaran Islam, silaturahmi memiliki kedudukan yang sangat mulia. Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nisa: 1, “Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan peliharalah hubungan silaturahmi.” Ayat ini menjadi pengingat bahwa menjaga hubungan antarsesama adalah perintah langsung dari Sang Pencipta.
Dengan semangat itulah, beliau datang ke SMP Al-Mutoharoh, membawa niat tulus untuk mempererat hubungan dan menyambung kebaikan. Di momen-momen akhir sebagai kepala sekolah, beliau berusaha mengisi hari-harinya dengan kegiatan yang memberi manfaat bagi lingkungan pendidikan sekitar.
Dalam kunjungan tersebut, tercipta suasana hangat penuh keakraban. Keduanya saling bertukar pandangan mengenai pengalaman pembelajaran, saling menguatkan, dan saling menginspirasi. Dialog yang terbangun menunjukkan bahwa dunia pendidikan tumbuh dari kolaborasi, bukan kompetisi.
Selain mempererat hubungan, kunjungan ini juga menjadi kesempatan bagi Kepala SMPN 2 Wanayasa untuk menimba ilmu. Beliau menyadari bahwa Kepala SMP BP Al Muthohhar, Pak Yodi, memiliki kompetensi religius yang sangat mumpuni, baik dalam pemahaman nilai-nilai keagamaan maupun dalam penerapannya dalam kepemimpinan. Keteladanan ini menjadi nilai tambah yang sangat berarti. Pak Yodi dipandang sebagai pribadi yang membawa manfaat bagi orang lain, bukan hanya bagi sekolahnya, tetapi juga bagi para sahabat dan rekan seprofesi—termasuk bagi Kepala SMPN 2 Wanayasa.
Beliau merasakan bahwa nasihat, sikap rendah hati, dan cara memimpin Pak Yodi merupakan bentuk nyata dari perintah Rasulullah SAW: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad). Kehadiran Pak Yodi dalam dunia pendidikan menjadi inspirasi yang memperkuat tekad Kepala SMPN 2 Wanayasa untuk terus membawa kebaikan, khususnya menjelang masa purna bakti.
Sikap beliau sejalan dengan firman Allah SWT dalam QS. Al-Ma’idah: 2, “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa.” Ayat ini menggambarkan bagaimana perjumpaan kedua pemimpin sekolah tersebut menjadi ruang saling menguatkan dalam kebaikan.
Beliau berharap, kompetensi religius Pak Yodi dapat menjadi teladan dan bekal untuk dirinya sendiri, sehingga saat memasuki masa purna bakti, nilai-nilai spiritual dan religius dapat terus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kesehariannya. Baginya, belajar tidak mengenal usia, dan peningkatan diri adalah ibadah yang harus dirawat hingga akhir hayat.

Meski demikian, tujuan utama dari kegiatan ini bukan hanya pertukaran wawasan. Inti dari silaturahmi ini adalah menjaga kedekatan dan mempererat hubungan dalam bingkai persaudaraan. Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahmi.” (HR. Bukhari). Hadis ini menjadi dasar kuat bahwa silaturahmi adalah pintu keberkahan.
Dalam percakapan yang berlangsung, beliau juga menampilkan kepribadian rendah hati yang selama ini melekat. Menjelang akhir pengabdian, beliau justru ingin semakin banyak berbuat baik dan menebar manfaat. Itu sejalan dengan teladan Nabi SAW dan menjadi cerminan dari seorang pemimpin yang memandang pengabdian bukan sebagai jabatan, tetapi sebagai ladang amal.
Semangat untuk tetap bermanfaat tersebut terlihat jelas dari cara beliau berdiskusi, mendengarkan, dan berbagi. Beliau lebih banyak memberikan ruang bagi siapapun untuk menyampaikan ide, sambil tetap memberikan pandangan bijak sebagai penguat.
Silaturahmi ini juga menjadi sarana refleksi bagi seluruh pihak yang terlibat. Bahwa perjalanan sebagai pendidik adalah perjalanan panjang yang penuh dinamika—dan bahwa keberhasilan sering kali lahir dari kerja sama dan saling mendukung.
Dari sesi berbagi praktik baik, keduanya menemukan beberapa kesamaan tantangan serta potensi kerja sama di masa depan. Hal ini menunjukkan bahwa kunjungan tersebut tidak hanya menghadirkan kehangatan, tetapi juga membuka peluang pengembangan pendidikan yang lebih baik.
Kepala SMPN 2 Wanayasa menekankan bahwa pengalaman bukan untuk dibanggakan, tetapi untuk dibagikan. Baginya, berbagi ilmu adalah bagian dari amal jariyah yang tidak terputus meski memasuki masa purna bakti.
Kegiatan hari itu ditutup dengan doa bersama, mengharapkan apa yang dibahas dan dibagikan menjadi kebaikan yang terus berlanjut. Momen tersebut menguatkan kembali bahwa silaturahmi bukan hanya soal kunjungan, tetapi soal menyambung hati.
Silaturahmi ini akhirnya menjadi jejak indah dalam perjalanan karier beliau. Di akhir-akhir pengabdiannya, beliau memilih untuk tetap hadir bagi rekan, sahabat, dan lingkungan. Sebuah teladan bahwa kejayaan seorang pendidik bukan hanya diukur dari masa menjabat, tetapi dari seberapa banyak manfaat yang ia tinggalkan bagi orang lain—sebagaimana teladan yang juga ia dapatkan dari sosok seperti Pak Yodi, yang senantiasa menebar kebaikan dan manfaat di setiap langkahnya.

Masya Alloh tabarokalloh somoga sehat wal’aafiat dan sukses selalu Pak Asep